Pengarahan & Memberikan Pengaruh

Peter Pringle (1991) : The influencing or directing functions centers on the stimulation of employees to carry out their responsibilities with enthusiasm and effectiveness.

Fungsi mempengaruhi atau mengarahkan terpusat pada stimulasi karyawan untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dengan atusiasme dan efektif.

Empat kegiatan penting dalam kegiatan pengarahan dan memberikan pengaruh:

1.Pemberian Motivasi
2.Komunikasi
3.Kepemimpinan
4.Pelatihan
—
1.MOTIVASI

Keberhasilan stasiun penyiaran dalam mencapai tujuannya terkait erat dengan tingkatan atau derajat kepuasan karyawan dalam memenuhi kebutuhannya.

Semakin tinggi tingkat kepuasan karyawan, maka kemungkinan semakin besar karyawan memberikan kontribusi terbaiknya untuk mencapai tujuan stasiun penyiaran bersangkutan.

Manajer umum harus menyadari kebutuhan masing-masing individu karyawan serta mampu menciptakan iklim agar setiap karyawan dapat memberikan kontribusinya secara produktif.

Kebutuhan dasar karyawan mencakup:

  • —kompensasi yang memadai
  • pemberian insentif
  • kondisi kerja yang aman dan sehat
  • rekan kerja yang ramah
  • serta pengawasan yang kompeten dan adil.

Pada perusahaan tertentu, kebutuhan dasar tersebut sudah dapat dipenuhi sehingga tidak lagi menjadi motivator  bagi karyawan. Kepuasan terhadap kebutuhan lain yang lebih tinggi, diluar kebutuhan dasar, dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap bagaimana perasaan karyawan  kepada diri mereka maupun kepada stasiun penyiaran tempat mereka bekerja. Kebutuhan itu antara lain:

  • —Nama Jabatan (job title) dan tanggung jawab
  • —Pujian dan pengakuan terhadap prestasi
  • —Kesempatan untuk dipromosikan
  • Tantangan pekerjaan

 

2. KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan faktor yang sangat penting untuk dapat melaksanakan fungsi manajemen secara efektif.

Komunikasi adalah cara yang digunakan pimpinan agar karyawan mengetahui dan menyadari tujuan dan rencana stasiun penyiaran agar mereka dapat berperan secara penuh dan efektif untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

—Manajer umum harus berkomunikasi kepada bawahannya mengenai informasi yang mereka butuhkan.
—Karyawan membutuhkan informasi mengenai apa yang diharapkan atas diri mereka.
—Rincian tugas (job description) secara tertulis dapat digunakan sebagai panduan umum bagi karyawan, namun terkadang mereka membutuhkan informasi spesifik terkait dengan pesan yang harus dilakukan dalam pekerjaan atau rencana saat ini.

Komunikasi sebagai aliran informasi dalam organisasi:

1. Downward flow of communication – komunikasi dari atasan ke bawahan Harus disertai dengan keinginan pihak manajemen untuk mendengarkan dan memahami karyawan.
2. Upward flow of communication – komunikasi dari bawahan ke atasan (ditujukan kepada supervisor, kepala departemen atau manajer umum – melalui rapat staff, kotak saran)
3. Komunikasi diantara sesama level – untuk mengoordinasikan berbagai kegiatan departemen dalam mencapai rencana dan tujuan perusahaan.

 

3.KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain agar dapat bekerja dalam mencapai tujuan dan sasaran

Stoner (1981) : Kepemimpinan manajerial dapat didefinisikan sebagai suatu proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan tugasnya.

—Kemampuan untuk memberikan motivasi agar karyawan dapat melakukan upaya terbaiknya menjadikan manajer umum dan manajer departemen serta supervisor lainnya pada stasiun penyiaran layak mendapatkan penghormatan (respect), kesetiaan dan kerja sama. Di antara faktor terpenting yang dapat memberikan kontribusi agar dapat tercipta kondisi seperti itu adalah adanya:

–  kompetensi manajemen (management competence)

–  Sikap adil kepada karyawan

–  Kesediaan untuk mendengarkan dan bertindak atas masukan dan keluhan yang dikemukakan bawahan

–  Kejujuran

–  Integritas

 

 4.PELATIHAN

Pelatihan dilakukan untuk pemberian kesempatan kepada karyawan untuk mempersiapkan diri mereka dalam mengantisipasi perkembangan atau kemajuan stasiun penyiaran.

Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan moral karyawan dan stasiun penyiaran memperoleh keuntungan karena mendapatkan karyawan yang lebih cakap dan mahir.

—Manajemen stasiun penyiaran dapat pula mendorong karyawan untuk menambah pengetahuan, wawasan dan keahlian mereka dengan cara mengikuti kegiatan seperti: Seminar, workshop, Kursus, dll, dan juga menghadiri pertemuan yang diadakan asosiasi stasiun penyiaran.
—Manajer umum harus memastikan bahwa kegiatan-kegiatan untuk dapat meningkatkan kualitas karyawannya melalui program pelatihan ini akan dapat memberikan kontribusi kepada karyawan agar mereka dapat bekerja secara lebih efektif sehingga secara tidak langsung ikut membantu stasiun penyiaran dalam mencapai tujuannya.