Peter Pringle dan rekan (1991) mengemukakan teori lain tentang pengertian dari kegiatan mengorganisasikan atau pengorganisasian (orginizing) adalah

“Proses pengaturan sumber daya manusia dan materi dalam suatu struktur formal dimana tanggung jawab diberikan kepada berbagai unit, posisi dan personel tertentu. Proses ini memungkinkan konsentrasi dan koordinasi kegiatan dan pengawasan terhadap upaya-upaya untuk mencapai tujuan media penyiaran.”

Menurut Peter Pringle, pada kebanyakan media penyiaran, pengorganisasian mencakup kegiatan pembagian pekerjaan kedalam bidang-bidang khusus (specialties) dan pengelompokan karyawan dengan tanggung jawab tertentu kedalam sejumlah departemen.

Pada umumnya, media penyiaran komersil memiliki departemen sebagai berikut:

1.Departemen Penjualan / Pemasaran

Penjualan waktu siaran stasiun penyiaran kepada pemasang iklan merupakan sumber pendapatan utama bagi stasiun radio dan televisi komersial.

Kegiatan menjual ini menjadi tanggungjawab departemen penjualan/pemasaran yang dipimpin oleh manajer penjualan/pemasaran.

2.Departemen Program

Dibawah pengarahan dan pengawasan direktur/manajer program.

Departemen program merencanakan, memilih, menjadwalkan dan dengan bantuan staff produksi dalam pembuatan program

3.Departemen Berita

Pada kebanyakan stasiun penyiaran, fungsi stasiun untuk menayanakan berita dipisahkan dengan fungsi hiburan.

Departemen berita dipimpin oleh seorang pemimpin redaksi atau direktur pemberitaan.

Departemen ini bertanggungjawab terhadap produksi program berita, olahraga, dokumenter dan program-program yang terkait dengan kepentingan khalayak.

4.Departemen Teknik

Departemen ini dipimpin oleh seorang kepala atau manajer teknik.

Departemen teknik bertanggung jawab memilih, mengoperasikan dan memelihara studio, control room dan peralatan pemancar.

Staff bagian teknik juga bertanggung jawab melaksanakan pengawasan teknik sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

5.Departemen administrasi/Bisnis

Departemen bisnis melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan untuk melaksanakan fungsi stasiun penyiaran sebagai suatu entitas bisnis yang mencakup kegiatan seperti :

–  Kesekretariatan

–  Penagihan (billing)

–  Pembukuan

–  Penggajian

–  Pengelolaan sumber daya manusia

 

Media penyiaran juga menjalankan berbagai fungsi lainnya yang dilaksanakan oleh suatu departemen, subdepartemen atau unit terpisah dari departemen yang disebutkan diatas. Fungsi-fungsi tersebut yang biasa dimiliki suatu media penyiaran, yaitu:

1.Promosi

–  Promosi Program : Mencakup kegiatan untuk menarik serta mempertahankan audiens

–  Promosi Penjualan : Ditujukan untuk menarik pemasang iklan

Beberapa stasiun penyiaran memberikan tugas promosi program kepada departemen program sedangkan tugas promosi penjualan kepada departemen pemasaran.

2.Traffic

Unit traffic dipimpin oleh kepala atau manajer traffic yang tugasnya adalah melaksanakan penjadwalan (scheduling) terhadap seluruh program yang akan disiarkan setiap harinya dalam suatu daftar yang disebut program log.

Bagian traffic juga bertanggung jawab mengawasi seluruh isi siaran iklan dan memastikan bahwa iklan tersebut telah usai dengan kontrak komersial yang telah dibuat antara stasiun dengan pemasang iklan.

3.Continuity

Bagian ini bertanggung jawab dalam penulisan nasklah iklan, dan pada kebanyakan stasiun penyiaran bagian ini menjadi unit atau subdepartemen yang menjadi bagian departemen pemasaran.

 

 

Peter Pringle dan rekan, menyatakan bahwa struktur organisasi media penyiaran sangat dipengaruhi sejumlah faktor antara lain:

– —Jumlah karyawan
– —Jangkauan siaran (ukuran pasar)
– —Preferensi atau cara manajer umum menyusun organisasi medianya