Langkah Kreatif

Naning Pranoto dalam “Creative Writing” menyatakan bahwa proses kreatif itu adalah pengolahan dari ide menjadi tulisan. Langkah-langkahnya sbb:
1. Ide.
  • Cari ide yang unik/berbeda dengan yang sudah ada.
  • Berani tampil beda
  • Lakukan inovasi/pembaruan
  • Jika perlu lakukan eksperimen (percobaan)
2. Mengolah ide
  • Berimajinasi
  • Memetakan dan penjabaran ide (do mapping mind)
  • Menulis dalam kepala
  • Ciptakan atmosfir kondusif untuk mematangkan ide
3. Peroses menulis
  • Membuat/menyusun draf tulisan
  • Tentukan bentuk tulisan
  • Koleksi kata untuk merangkai kalimat yang powerful dan beautiful
  • Sediakan kamus sebagai sumber kata
  • Sediakan buku dan catatan yang dapat jadi referensi
  • Jangan menunda proses menulis
  • Tentukan batas waktu (deadline)
Mapping Mind
  • Mapping mind dalam jargon creative writing adalah  aktivitas pemetaan proses menulis atau bahasa awamnya adalah menulis dalam kepala (MdK). Yang diperlukan adalah pikiran, imajinasi dan konsentrasi.
  • Mind map adalah alat hebat  yang membantu otak berfikir teratur. Mind map merupakan cara paling mudah untuk memasukkan informasi ke dalam otak dan untuk mengambil informasi dari otak. Proses tersebut adalah pemetaan pikiran (Tony Buzan, 2001).
  • Dalam teori creative writing, mind map dapat diterapkan dalam proses kreatif menulis para penulis/pengarang khususnya  pada fase pengolahan ide. Dalam fase ini penulis dapat menjabarkan idenya dengan sistem mind map untuk membentuk elemen-elemen tuliasannya..
CONTOH “CERMIN”
JUDUL: ANJING TAMAK
Ada seekor anjing mencuri sepotong daging dan ia bangga bisa melakukan itu. Ia pun membawa lari sepotong daging yang dicurinya itu dengan dijepit kedua taringnya.
Sampailah ia ditepi sungai dan melihat seekor anjing tengah menggigit sepotong daging, seperti sepotong daging yang dicurinya. Ia tidak menyadari bahwa anjing yang dilihatnya itu adalah bayangan dirinya yang terpantul dari permukaan air yang jernih. Ia pun marah pada anjing yang dilihatnya itu.
Ia terjun ke sungai, menyerang anjing yang dilihatnya sambil menyalak keras-keras. Bersamaan dengan itu, sepotong daging yang ada di mulutnya pun jatuh ke sungai. Anjing itu tidak memperoleh apa-apa dan tubuhnya basah kuyup, lalu tenggelam.
Elemen Cerpen
• Plot: terstruktur dengan baik
• Sudut pandang: ia (si anjing)
• Tokoh : seekor anjing
• Dialog: mengalir (flow), mudah dipahami isinya
• Setting tempat: sungai
• Setting waktu: siang hari
• Konflik: memperebutkan sepotong daging
• Mood: bagus sekali
• Klimaks: anjing terjun ke dalam sungai dan daging jatuh ke sungai
• Ending: anjing bernasib konyol karena kebodohan dan ketamakannya.
Dengan sajian mini tetapi mampu menyampaikan sebuah cerita yang menarik, mudah dipahami, dan membawa pencerahan (berisi ajaran moral). Fabel di atas juga memenuhi seluruh elemen cerpen, yaitu plot, sudut pandang, tokoh, dialog, setting, konflik dan mood.
Berdasarkan contoh tersbeut, menulis kreatif tidaklah sulit jika serius mau menulis.
Buku Pinter
  • Menulis dalam kepala yang baik akan menghasilkan draf tulisan yang bernas dan indah. Agar buah dari mdK tidak menguap atau hilang, perlu dutuliskan dalam catatan harian (diary) atau buku pinter yang akan membantu penulis menuangkan idenya.
  • Dengan adanya BP, maka ide-ide yang bermunculan dapat ditampung di dalamnya, untuk kemudian dikembangkan menjad bahan tulisan.
  • BP bukanlah catatan harian biasa, melainkan untuk mencatat kreativitas yang tiba-tiba muncul atau ide-ide yang sudah diendapkan untuk dijadikan tulisan maupun materi tulisan yang telah di MdK-kan.
  • Sejalan dengan kemajuan iptek, maka peranan BP dapat digantikan dengan mini-netebook, misalnya communicator atau mini-laptop.
  • MdK bukanlah aktivitas merenung untuk mengendapkan ide melainkan sudah dalam fase pasca pengendapan ide, yaitu pramenulis dengan alat tulis. Dengan kata lain, MdK adalah ancang-ancang menulis yang sesungguhnya: in action to do writing. Maka jika penulis sudah melakukan MdK, berarti ia tinggal selangkah lagi untuk menulis karya dalam arti sesungguhnya.

Sumber : Modul Syaefurrahman Al-Banjary