TEKNIK REPORTASE 

SEORANG REPORTER harus mampu menarik perhatian pemirsa melalui Lead. Teknik mengolah data, permainan kata-kata dalam suatu naskah dari alinea satu ke berikutnya menarik, tidak membosankan mengalir dalam mereport suatu berita syarat melalui 5 W+1H memiliki syncronisasi trh obyektivitas. Banyak ahli komunikasi menilai bila anda gagal menggaet pemirsa pada narasi pertama,maka anda akan kehilangan pemirsa.

REPORTASE

PERISTIWA/PENDAPAT atau fakta harus disampaikan  melalui media massa , itu sebabnya banyak yang menyebutnya sebagai JURNALISTIK atau BERITA. Ini yang dimaksud dengan kegiatan Jurnalistik atau REPORTASE.

TEKNIK JURNALISTIK :
1 .REPORTASE DASAR (Straight News).
2 .REPORTASE MADYA (News Feature).
3. REPORTASE LANJUTAN (News Analysis).
TEKNIK MENGUMPULKAN FAKTA.

TEKNIK MENGUMPULKAN BERITA (TEKNIK JURNALISTIK) dilakukan:

1.OBSERVASI LANGSUNG:

Reporter langsung hadir dan menyaksikan peristiwa yang benar-benar terjadi atau menyimak langsung ucapan narsum.

2.TIDAK LANGSUNG

Reporter  menyaksikan peristiwa dan mendengarkan pendapat berdasarkan sumber kedua.

3. RISET PUSTAKA

Menggunakan data pustaka untuk memperkuat informasi yang telah diperolehnya.

SUMBER BERITA:
Orang & Peristiwa

Buatlah link atau hubungan baik dengan siapa saja yang mungkin bisa menjadi sumber berita:

1.Polisi/ABRI/LLAJR

2.Petugas Ambulan/RS/Kamar Mayat

3.Penjaga Pantai

4.BMKG (Informasi cuaca)

5.Pemadam Kebakaran

6.DPR-MPR/instansi Pemerintah

7.Sekneg

8.Instansi swasta dan masyarakat lain.

SUMBER BERITA LAIN:

1.PEMIRSA/PEMBACA/PENDENGAR.

2.KANTOR BERITA

3.INTERNET

4.SIARAN PERS.(PRESS RELEASE)

5.KONFERENSI PERS

6.NEWS DIARY

7.ARSIP

8.PARA SAKSI MATA

JABATAN CREW PRODUKSI
  • PRODUCER
  • EXECUTIVE PRODUCER
  • PROGRAME DIRECTOR
  • FIELD DIRECTOR
  • TECHNICAL DIRECTOR
  • ART DIRECTOR
  • DIRECTOR OF PHOTOGRAPHY
  • EDITOR

PROSES PRODUKSI TV 

DALAM MEMPRODUKSI KARYA TELEVISI DIBAGI 3 TAHAP:

1.PRE PRODUCTION

2.PRODUCTION

3.PASCA PRODUCTION

KETIGA unsur tsb saling berkaitan satu dengan lainnya.Masing-masing mempunyai kedudukan sama pentingnya sehingga dalam memprosesnya tanpa ada pengecualian dan selalu mengikuti alur yang telah ditetapkan.

•PRE PRODUCTION:

1.Meramu Ide Ceritra

-Ide modal awal menciptakan karya audio visual.

-Ide bisa muncul dari berbagai macam situasi.

– Siapapun orangnya dan dalam situasi apapun, sebuah ide ceritra terlahir merupakan langkah awal menciptakan sebuah karya.

2. Mengacu pada Referensi.

-Agar ide cerita punya nilai,sebaiknya ciritra tsb mengacu pada referensi serta didukung litelatur berkaitan dengan topik yang menjadi kerangka ceritra.

-Literatur sbg dasar pijakan dalam menciptakan konsep yang akan divisualisasikan kepada penonton.

•Untuk karya-karya dibawah sepuluh menit misalnya karya iklan beracuan pada detik cukup menggunakan storyboard dan storyline.

3.PRODUCTION.

Dalam membuat karya audio visual baik dalam bentuk sinetron,profile perusahaan, adalah proses dimana segala bentuk pengambilan gambar dilapangan dilakukan.

Menyusun property terkait dengan adegan yang ditampilkan,penempatan kamera, lighting serta penuangan ekspresi para aktornya dibawah komando sutradara.

Sutradara berperan penting dalam menyatukan semua crew yang terlibat dalam satu visi.

•Setelah merumuskan Lead mulailah menata Badan Berita.
•Badan Berita disusun berdasarkan Piramida Terbalik, yaitu tempatkan hasil inventarisasi yang kurang penting dibagian belakang berita.Semakin kurang penting unsur inventarisasi semakin kebelakang tempatnya dalam Badan Berita.
JENIS BERITA:
1.Keadaan Dalurat.
2.Pengadilan
3.Pemerintah lokal/nasional
4.Ekonomi
5.Pendidikan
6.Trend
7.Perayaan
8.Cuaca
9.Kesehatan
10.Lingkungan
11.Olahraga
12.Kriminal
13.Hiburan dsb
  • Dalam menulis feature dapat memakai teknik ‘mengisahkan suatu ceritra’.
Sedangkan menulis berita yang diutamakan adalah pengaturan dan menyajikan fakta yang diperoleh.Itulah perbedaan menulis feature dan berita.
  • Penulisan feature harus berkisah.
Harus melukiskan gambar dengan kata-kata,menghidupkan imajinasi penonton dan menarik agar masuk kedalam ceritra utuh serta mengidentifikasi diri dengan tokoh utamanya.

UNSUR FEATURE

1.KREATIFITAS.

Dapat menciptakan   sebuah ceritra tetap akurat.Karangan fiktif atau khayalan tidak diperkenalkan.

2.SUBYEKTIF

Reporter senan tiasa didik obyektif dalam reportase,namun kadang memasuki subyektif terhadap pengalaman pribadinya.

3.INFORMATIF

Feature bisa memberikan informasi kepada masyarakat ttg kehidupan yang mungkin diabaikan dalam berita biasa. atau straight news.

4.MENGHIBUR

Feature bisa digunakan untuk mengulas peristiwa secara mendalam dan detail.

5.AWET

Tulisan feature bisa lebih awet hingga berbulan-bulan.Biasa feature digunakan bila kekurangan berita baru.

6.MENCARI IDE

Ide diperoleh dengan mudah.Bukalah mata dan lihat disekitar anda. Dapat menemukan banyak bahan tulisan yang tidak ada habisnya.

7.MEMILIH SUDUT BERITA.

Setelah menemukan ide,selanjutnya menentukan sudut pandang yang paling efektif melakukan penulisan.Reporter harus memilih salah satu segi ceritra dari sudut yang akan ditulisnya.

8.BUATLAH OUTLINE

Rencana penulisan berfungsi sebagai kerangka sebelum menulis. Outline menjaga agar tulisan tidak kacau urutan ceritra,tumpang tindih,atau terjadi pengulangan ceritra.

9.FEATURE tetap menggunakan JURNALISTIK efektif untuk berkomunikasi.

Penggunaan piramida terbalik memudahkan penulisan agar informasi penting diatas,sedangkan informasi kurang penting diletakan di akhir.

10.AKURAT.

Harus akurat,tidak ada ceritra khayalan atau fiktif. Demikian pula penulisan nama,alamat,pekerjaan,lokasi kejadian,dan identitas lainnya yang diperlukan.

11.LEAD

Penulisan feature yang baik pada paragraf pertama,yakni LEAD. Fungsinya agar pemirsa tetap mengikuti alur ceritra .

FEATURE:

KARYA JURNALISTIK berdasarkan gaya penulisan fiksi bersifat naratif,kreatif serta imajinatif faktual tunduk pada kaidah jurnalistik konvensional normatif, juga jurnalistik sastra.

•Kreamer(Kurnia,2004) 8 norma-norma jurnalistik sastra.

1.Riset mendalam melibatkan diri. Jurnalis memiliki jiwa menginformasikan yang dialami (Unik,Menarik,Luar Biasa)

2.Jujur kepada Audience dan Sumber Berita. Dalam liputan news ,feature ,dokumenter dan magazine televisi dikategorikan non fiksi berarti aktual dan faktual.

3.FOKUS PADA PERISTIWA-PERISTIWA RUTIN.

Pembagian tugas berdasarkan bidang Ilmu Pengetahuan berlatar belakang politik,ekonomi,sosial,kriminal dan seni budaya.

4.TULISAN AKRAB,INFORMATIF-MANUSIAWI.

Keakraban mendekatkan pada audience,informal menyajikan kisah yang tidak kaku/tidak resmi dan luwes.Manusiawi mampu mengangkat segi kemanusiaan perasaan bathin (hati nurani).

5.GAYA PENULISAN SEDERHANA & MEMIKAT.

Bahasa efisien,sederhana, terkontrol  dan elegan. Orang awam dapat mengerti informasi yang disampaikan.

6.SUDUT PANDANG MENYAPA AUDIENCE.

Memanfaatkan kesempatan menyapa,menghargai dan menghormati audiece . Audience menikmati sbg suatu ketulusan reporter untuk menghibur,memberi informasi,mendidik dan mencerdaskan.

7.REAKSI-REAKSI SEKUENSIAL AUDIENCE.

Oleh sebab itu jurnalis harus mampu mengangkat makna mendalam,struktur kisah variatif dan memikat.Oleh sebab itu kepiawaian,harus diikuti kemampuan menguasai psikologis pesan sekaligus psikologis khalayak.