MEDIA TELEVISI

Media televisi mempunyai fungsi sebagai media informasi dan penerangan, pendidikan, dan hiburan yang dapat memperkuat ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.

JENIS MEDIA TELEVISI

  • TV KOMERSIAL (RCTI, SCTV, TRANS TV, INDOSIAR, TPI, METRO TV, LATIVI, dsb)
  • TV PUBLIK (TVRI, NHK-JEPANG, BBC-INGGRIS, ABC-AUSTRALIA, KBI-KOREA, dsb.)
  • TV BERLANGGANAN (INDOVISION, ASTRO, CABLEVISION, dsb.)

CIRI KHAS MEDIA TELEVISI

  • TV KOMERSIAL  :

– Berdasarkan pasar/ rating.

– Profit menjadi tujuan utama.

  • TV PUBLIK           :

– Berdasarkan manfaat/kepentingan warganegara.

– Tujuan utama pencerahan dan pencerdasan.

– Berdasarkan manfaat / kepentingan             lembaga tinggi negara dan rakyat.

Tujuan utama akuntabilitas.

– Independen dan Netral.

  • TV BERLANGGANAN  :

– Berdasarkan bisnis berlangganan.

– Tujuan utama bisnis.

SIFAT PENYIARAN

  • Live : Acara disiarkan langsung dari lokasi
  • Playback : Acara direkam sebelumnya

PENYIARAN LIVE

  • Live sound, acara ygsuaranya langsung diperoleh dari masing-masing sumber suara dan disiarkan secara live
  •  Minus one Sound, sering digunakan pada jenis program hiburan, khususnya musik, dimana vocal penyanyi live, sedang instrumen pengiring playback
  •  Playback sound, acara yg suaranya berasal bukan langsung dari sumber suara melainkan dari player

PENYIARAN PLAYBACK

  • Playback acara yg belum pernah disiarkan
  • Playback acara yg sebelumnya sdh pernahdisiarkan ( rerun )

CARA PEROLEHAN ACARA PLAYBACK

MEMBELI CAN -PRODUCT

– Diperoleh dari production house, agency,dll.

PRODUKSI SENDIRI

– Perlu biaya, sdm, peralatan dan teknologi produksi.

PELAPORAN LANGSUNG (ON SCREEN REPORTING)

WHY SHOULD BE ON-SCREEN ?

—  Berbeda dengan pemberitaan media cetak, pemberitaan media televisi mengutamakan kecepatan dalam hal pemberitaan.

—  Adalah sebuah kepuasaan dan merupakan prestasi tersendiri bagi crew televisi yang terdiri reporter dan juru kamera bekerja sama di lapangan  jika berhasil mengirimkan laporannya secara langsung “on air” pada saat peristiwa itu terjadi. Berarti di sana ada nilai-nilai kecepatan yang dilakukan crew televisi sebagai pekerja profesional.

—  Akan lebih hebat lagi jika laporannya itu dilengkapi dengan potongan suara dari lokasi, biasanya berupa wawancara atau rekaman suasana, dengan kualitas suara dan gambar yang jelas.

ON-SCREEN REPORTING

—  On-screen reporting atau Stand Up berarti pelaporan reporter langsung dari tempat kejadian.

—  Sosok reporter jelas di tengah-tengah kejadian sementara sosok juru kamera tidak tampil di layar karena pada saat yang sama ia bertugas mengoperasikan kamera.

—  Proses stand-up sendiri dapat dilakukan secara langsung (live) atau direkam lebih dahulu dan mengalami pengeditan.

FAKTOR PENDORONG ON-SCREEN

—  MENUNJUKAN LOKASI : Penampilan reporter on-screen di suatu lokasi menunjukan kepada pemirsa bahwa si reporter benar-benar berada di lokasi kejadian, menyampaikan berita dari lokasi kejadian.

—  PENDALAMAN BERITA : Stand-up merupakan cara terbaik menjelaskan dengan kata-kata suatu informasi mendalam dan detail tentang suatu berita. Jadi, stand-up dapat digunakan untuk membantu mengilustrasikan berita yang kekurangan gambar.

—  KESEIMBANGAN BERITA : Stand-up dilakukan untuk membuat keseimbangan berita. Misal, bila narasumber menolak memberi penjelasan/ wawancara atau hanya memberi penyataan tertulis, maka si reporter dapat menyampaikan kepada pemirsa dengan berdiri di depan rumah/kantor narasumber dan menyampaikan perkembangan terbaru yang terjadi.

—  MENUNJUKAN CARA : Stand-up merupakan cara termudah untuk menunjukan proses atau cara kerja suatu alat kepada pemirsa.

—  PENYAMBUNG : Stand-up dilakukan untuk menjembatani dua peristiwa berbeda di dua lokasi berbeda. Hal ini agar pemirsa tidak “kaget” ketika menyimak pemberitaan.

Reporter on the Spot and on the Screen (ROOS)

—  Reporter on the Spot and on the Screen , ketika seorang reporter berada di lokasi kejadian dan ketika ditayangkan harus tampak sosok reporter dengan jelas di layar televisi.  Dengan demikian maka reporter harus di-shoot  dengan latar belakang kejadian atau lokasi kejadian berikut obyeknya. Untuk kegiatan ini mic sudah di tangan dan yakin sudah berfungsi dengan baik.

—  Reporter on the Spot but off  the Screen , reporter berada di lokasi kejadian tapi tidak muncul di layar televisi ketika berita disiarkan. Kameraman tidak harus men-shoot reporter tapi hanya mengambil gambar untuk mengisi narasi. Dalam mengedit,  suara dan gambar lokasi kejadian dipadukan.

Reporter on the Spot and on the Screen (ROOS)

—  Reporter off the Spot and on the Screen, dengan sistem ini dimaksudkan reporter tidak berada di lokasi tetapi ketika berita disiarkan maka dia muncul di layar. Untuk sistem ini maka kameraman tidak perlu mengambil gambar reporter tetapi lebih banyak mengambil gambar sesuai dengan keinginan reporter. Dengan bantuan teknik blue screen maka seolah reporter berada di lokasi kejadian.

—  Reporter off the Spot but off  the Screen, reporter tidak berada di lokasi kejadian dan juga reporter tidak muncul di layar. Itu artinya anchor akan membawakan berita dan ketika unsur audio visualnya muncul maka tidak ada reporter ikut muncul di layar kaca.  Dan kameraman tidak perlu mengambil gambar dari lokasi kejadian tapi cukup mengambil dari perpustakaan audio visual, bisa dari internet, CD, maupun sumber lainnya.

Reporter on the Spot and on the Screen (ROOS)

—  Reporter yang stand up dengan sistem ROOS  model pertama yaitu melaporkan langsung  dari tempat kejadan (on the spot) dan muncul di layar kaca (on the screen) . Untuk keperluan ini ada dua kemungkinan stand up ; Pertama, stand up yang dilakukan secara live (langsung dari tempat kejadian) . Untuk keperluan ini pihak stasion TV harus menggunakan SNG (Satelit News Gathering) yang dihubungkan dengan anchor di studio. Kedua, stand up yang dibuat untuk keperluan paket berita.

—  Untuk yang pertama, seorang reporter harus betul-betul prima dalam melaporkan secara langsung dari tempat kejadian. Muncul dengan keyakinan, percaya diri sehingga penonton pun mendengarkan penuh pesona. Kesalahan sedikir saja pasti akan dicemooh oleh penonton. Yang kedua, direkam terlebih dahulu, bila dalam rekaman terjadi kesalahan bisa diulang untuk “take” yang kedua, dst. Sehingga muncul di layar kaca dipastikan tidak ada kesalahan, karena rekaman.

GROGI

—  Stand-up dilakukan bukan untuk menjadikan reporter terkenal (meski hal itu akan terjadi nantinya). Reporter yang melakukan stand-up harus menyadari bahwa ia sedang menjadi “duta” institusi media bagi publik.

—  Grogi adalah penyakit utama ketika melakukan stand up. Grogi menimbulkan kehilangan konsentrasi, tidak fokus saat menyampaikan pelaporan. Hasil akhirnya, proses pengambilan stand-up mengalami pengulangan rekaman.

—  Grogi bisa menjangkiti siapa saja, mulai dari yang berpengalaman sampai yang baru pertama kali melakukan stand-up.

MELAKUKAN ON-SCREEN

—  Pilihlah lokasi terbaik ketika melakukan stand-up, khususnya latar belakang. Diskusikan dengan kameraman latar belakang seperti apa dan bagaimana komposisinya untuk mewakili peristiwa yang hendak diberitakan.

—  Saat stand-up, konsentrasi dan fokus kepada lensa kamera. Lupakan orang-orang sekitar anda.

—  Jika merasa perlu membuat catatan, maka buatlah secara sederhana dan singkat. Idealnya, catatan memuat unsur 5w1h. Tidak ada salahnya ketika on-screen, sesekali melihat catatan untuk menyampaikan data terkait angka, penyebutan nama narasumber/lokasi.

—  Saat kameraman menyiapkan peralatan untuk stand-up, cobalah berlatih mengucapkan yang ingin disampaikan dengan suara keras.

—  Ketika sedang melakukan stand-up, reporter membayangkan sedang berbicara dengan teman. Jagalah mata tetap terfokus kepada lensa kamera. Pandangan mata yang tidak terfokus ke lensa kamera akan mengesankan kegugupan dan menurunkan kredibilitas pemberitaan.

—  Usahakan mengeraskan suara lebih tinggi bila berada di tempat bising.

—  Bahasa tubuh dan mimik wajah harus dilakukan secara wajar.

—  Stand-up dapat dilakukan sambil berjalan untuk memperkuat pemberitaan. Bila hendak melakukannya, maka berjalan dulu baru berbicara.

—  Sampaikan kalimat dengan jernih, berwibawa dan tidak terburu-buru.

—  Stand-up yang direkam harus disampaikan tanpa cacat. Kesalahan yang terjadi sekecil apapun, hendaknya kembali melakukan pengulangan rekaman.

—  Tidak ada aturan baku stand-up itu harus diletakan pada posisi sebelum, pertengahan atau sesudah pemberitaan.

—  Sebelum on-screen, sebaiknya reporter memeriksa kerapihan pakaian, tata rambut. Tidak usah terlalu berhias berlebihan.

CONTOH NASKAH ON-SCREEN

“PEMIRSA/ FIFA MEMBERI KESEMPATAN KEDUA KEPADA PSSI UNTUK MENGGELAR KONGRES ULANG/ PADA 30 JUNI MENDATANG//

HAL INI DISAMPAIKAN KETUA KOMITE NORMALISASI PSSI/ AGUM GUMELAR/ DI HADAPAN WARTAWAN/ SEPULANGNYA MENGHADIRI KONGRES PEMILIHAN PRESIDEN FIFA/ DI ZURICH/ SWISS//

AGUM JUGA MENAMBAHKAN/ AGENDA KONGRES 30 JUNI MASIH SAMA/ YAITU PEMILIHAN KETUA UMUM/ WAKIL KETUA UMUM/ DAN ANGGOTA KOMITE EKSEKUTIF PERIODE 2011 SAMPAI 2015// BILA PADA KONGRES 30 JUNI NANTI/ KEMBALI GAGAL/ MAKA OTOMATIS FIFA LANGSUNG MEMBERIKAN SANKSI PADA 1 JULI//”

 

TERAS BERITA

  • Teras berita = sari sebuah berita
  • Teras berita ditempatkan di awal berita
  • Teras berita menjadi penentu ketertarikan konsumen media untuk meneruskan membaca atau memutuskan dan meninggalkan suatu berita
  • Teras berita mewakili ide keseluruhan berita sehingga meski konsumen media tidak utuh membaca berita namun sudah mengetahui secara ringkas isi berita.

PRINSIP PENULISAN TERAS BERITA

  • SINGKAT. Teras berita langsung menuju pokok persoalan. Biasanya ditulis satu atau dua kalimat dengan jumlah kata kurang lebih 25 kata.
  • SPESIFIK. Teras berita harus secara tepat menceritakan pokok persoalan yang dibahas dan bukan hanya menyampaikan bayangannya saja.
  • IDENTIFIKASI SECARA JELAS. Teras berita harus menjawab pertanyaan apa yang menjadi berita di dalam tulisan.
  • HINDARI BENTUK PERTANYAAN/KUTIPAN. Teras berita memberi jawaban, bukan pertanyaan.
  • NYATAKAN WAKTU DENGAN TEPAT. Waktu adalah elemen penting, terutama jika peristiwa yang diberitakan terjadi baru-baru saja.
  • BERI KETERANGAN YANG TEPAT. Berilah keterangan, ciri-ciri, karakteristik, dan rician secara jelas, serta jangan membatas keterangan hanya karena untuk membuat teras berita yang singkat.

PENULISAN TERAS BERITA

  • Teras berita hanya memuat fakta terpenting saja, menyuguhkan ilustrasi peristiwa sesingkat mungkin, dan menjawab rasa keingintahuan konsumen media.
  • Biasanya unsur Who dan What menjadi hal paling esensial untuk dimuat, sedangkan unsur lainnya jarang menjadi fakta terpenting (Meski hal itu bisa terjadi).
  • Teras berita yang menarik adalah tidak boleh ada informasi yang menyesatkan. Artinya meski berusaha membuat tulisan yang menarik, namun tidak boleh mengabaikan akurasi data informasi, sehingga teras berita diharapkan memberi jawaban atas pertanyaan/ keingintahuan konsumen media.

JENIS TERAS BERITA

  • Teras berita paling umum adalah jenis teras berita 5W 1H.
  • Pemakaian salah satu dari kelima jenis teras tersebut tergantung pada segi apa dari berita yang akan ditonjolkan.

TERAS BERITA WHO

  • Teras berita dibuat dengan mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa yang diberitakan. Unsur siapa dapat berupa kata ganti orang, nama lembaga, dan hal-hal lain yang melembaga.
  • Contoh :
  • Komite Normalisasi menetapkan Jakarta sebagai lokasi Kongres 20 Mei 2011 untuk pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI periode 2011-2015.
  • Para petani yang tergabung dalam Persatuan Petani Moro-Moro Way Serdang ( PPMWS), turun ke jalan berunjukrasa memperingati Hari Buruh sedunia pada Minggu (1/5).

TERAS BERITA WHAT

  • Teras berita what selalu diawali dengan jawaban terhadap pertanyaan what dari peristiwa yang diberitakan.
  • Contoh :
  • Sekitar tujuh miliar meter kubik air Sungai Citanduy terbuang percuma ke laut, setiap tahun. Banyaknya air yang terbuang ke laut tersebut disebabkan karena masih minimnya daerah tangkapan air ditambah dengan tingginya tingkat sedimentasi.
  • Serangan ulat bulu di wilayah timur Kabupaten Cirebon kini semakin meluas. Setelah di Kecamatan Ciledug, Pabuaran Pasaleman, Waled, Sedong, Susukanlebak, Astanajapura kini terjadi wilayah Kecamatan Lemahabang.

TERAS BERITA WHERE

  • Teras berita where dipilih jika ingin menekankan unsur tempat dari berita yang ditulisnya.
  • Contoh :
  • Kecamatan Lemahabang mulai diserang ulat bulu, persis seperti dialami Kecamatan Ciledug, Pabuaran Pasaleman, Waled, Sedong, Susukanlebak, dan Astanajapura.
  • Di Desa Buckleburry, Inggris, ratusan warganya berpesta merayakan pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William. Desa Buckleburry merupakan kampung halaman Kate Middleton.

TERAS BERITA WHEN

  • Teras berita when digunakan untuk mengutamakan unsur waktu terjadinya peristiwa yang diberitakan.
  • Unsur waktu bisa berupa tanggal, hari, atau jam.
  • Contoh :
  • Sejak terjadi dua minggu lalu, Tornado Alabama telah menewaskan 201 orang di sejumlah kota, seperti Alabama, Arkansas dan Tennessee.
  • Jumat, (11/3/2011), Jepang diguncang gempa bumi 9 skala Rithcer yang kemudian menimbulkan gelombang tsunami.

TERAS BERITA WHY

  • Teras berita Why mengacu pada alasan atau penyebab yang melatarbelakangi suatu kejadian. Teras berita ini mengawali kisahnya dengan cara mengemukakan jawaban atas pertanyaan “Mengapa peristiwa itu terjadi”.
  • Contoh :
  • Untuk pemulihan kesehatan, Presiden akan beristirahat selama 10 hari atas anjuran tim dokter.
  • Jika pemberontak menghentikan serangan, Khadafy berjanji akan memberikan pengampunan kepada pemberontak.

TERAS BERITA HOW

  • Teras berita how mengacu pada bagaimana suatu kejadian terjadi dengan menonjolkan berlangsungnya atau kelanjutan peristiwa yang diberitakan daripada mengemukakan unsur 5W1H.
  • Contoh :
  • Karena ada masalah pada salah satu unit pembangit tenaga tambahan, peluncuran misi terakhir pesawat ulang alik Endeavour ditunda.
  • Setelah menyalip sebuah mobil, Avanza nomor polisi D 1809 LJ tidak bisa menghindari bertabrakan dengan bus Primajasa di Jalan Raya Bandung-Tasikmalaya, tepat di tikungan tajam, Desa Sindangraja, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat sore.

 

TUBUH BERITA

—  Tubuh berita (news body) merupakan tempat konsumen media setelah mengetahui secara ringkas isi berita melalui teras berita, maka dapat memperoleh penjelasan lebih lanjut dari sebuah berita dalam tubuh berita.

—  Tubuh berita yang baik menampilkan informasi yang padat, namun penyajiannya menggunakan tata bahasa yang baik.

—  Pada tubuh berita, dapat ditemukan semua keterangan rinci yang melengkapi dan memperjelas fakta yang telah disajikan dalam teras berita. Rincian keterangan atau penjelasan itu, adalah hal yang belum diungkap pada teras berita.

BERITA

—  Berita hanya terdiri dari dua bagian :

—  Teras berita yang menjelaskan mengenai inti berita.

—  Tubuh berita yang mengeleborasikan apa yang ditulis sebelumnya di bagian teras berita.

INTI TUBUH BERITA

—  Fakta bersifat naratif, yaitu fakta yang diungkap secara bercerita.

—  Fakta kronologis, yaituu fakta yang disusun secara kronologis namun tidak disampaikan secara bercerita.

UNSUR TUBUH BERITA

—  Jelas : Tulisan yang kabur berasal dari pemikiran yang kabur pula; sebaliknya pemikiran jernih menghasilkan tulisan yang jelas. Karena itu, jurnalis dituntut mampu melihat permasalahan secara jelas sebelum menulis. Bila tidak jelas, jangan menulis dahulu!

—  Padat & Langsung : Sebelum membuat berita, pikirkanlah bagian mana yang dianggap paling pokok dan penting. Suguhkan kepada konsumen media hal terpokok dan terpenting dari peristiwa.

—  Objektif : Beritakan fakta yang ditemukan. Jangan ditambah/dikurangi sesuka hati.

—  Mudah & Bervariasi : Tugas utama jurnalis adalah bagaimana menulis hal-hal rumit menjadi mudah bagi khalayak. Hal ini berarti jurnalis harus mampu menyimpulkan dari banyak fakta yang didapatnya dengan mengemas kesimpulan fakta-fakta tersebut lewat gaya penulisan yang bervariasi sehingga tidak membosankan khalayak.

Susunan Piramida Terbalik

—  Informasi terpenting diletakkan di bagian awal berita, dan informasi kurang penting diakhir berita.

—  Dengan meletakkan informasi terpenting di awal berita, maka konsumen media dapat segera mengetahui inti berita yang diungkapkan.

—  Keterbatasan waktu membuat lebih mudah penyuntingan naskah. Informasi tidak penting dapat dipotong tanpa mengorbankan data penting.

—  Khalayak juga lebih mudah memahami isi berita melalui susunan yang mengalir secara wajar.

Susunan Kronologis

—  Susunan berita kronologis ialah menulis berita berdasarkan urutan waktu kejadian.

—  Informasi paling penting diletakan di bagian atas dan kurang penting diletakan di bagian bawah.

Susunan Piramida Tegak

—  Kebalikan susunan primadia terbalik

—  Informasi terpenting justru disembunyikan dan dimunculkan di bagian belakang berita.

—  Tahapan proses penulisan primadia tegak :

—  Tahap penulisan introduksi : Tahap yang harus dilakukan oleh penulisa dalam menyampaikan ulasan awal sebuah berita.

—  Tahap penulisan fakta/ pokok masalah, yaitu tahap penyampaian isi berita secara menyeluruh tentang kejadian yang direkam.

—  Tahap penulisan klimaks/ kesimpulan : tahap penegasan/ pemberian informasi singkat tentang isi berita yang disampaikan.

Susunan Block Paragraph

—  Susunan ini menyajikan teras & tubuh berita, karena semua informasi dianggap penting.

Pedoman Penulisan Tubuh Berita

—  Laporan berita harus bersifat menyeluruh, tidak hanya sepenggal menyajikan berita.

—  Perhatikan gaya penulisan. Lebih baik sesuaikan diri dengan kebijakan institusi media. Gaya penulisan juga semenarik mungkin.

—  Tepat penggunaan bahasa dan tata bahasa.

—  Ekonomi kata.

Contoh Naskah Berita TV

Gambar Audio/Naskah
-Kondisi sedan yang hancur setelah ditabrak KRL-Pengemudi sedan duduk di pinggir jalan dikerumuni warga Sedan Toyota Corolla B 2104 LR/ hancur tertabrak KRL Jurusan Bogor-Jakarta/ di perlintasan Volvo/Pasar Minggu/Jakarta Selatan//Pengemudi sedan sendiri selamat dari tabrakan//
-Warga berkerumun di lokasi kejadian melihat rongsokan sedan-Polisi mengamankan lokasi

-Kereta api melintas

Menurut saksi mata/ sedan yang dikemudikan Riko/ mogok di tengah rel kereta api// Riko sempat meminta bantuan warga/ mendorong mobilnya// Tetapi/ kereta api keburu datang/ dan menyambar mobilnya/ sampai rusak parah//
Wawancara Jiung (Saksi Mata) Soundbite : Jiung (Saksi mata)“Pas di tengah rel, mobilnya mogok. Yang bawa sempat dorong dibantu warga. Cuma kereta keburu datang, ditabrak dah”
-Ekspresi wajah Riko-Polisi mengamankan lokasi

-Kondisi sedan yang hancur

Riko sendiri dalam kondisi shock/ sementara kasusnya ditangani Polsek Pasar Minggu//