3 hal yang menjadi pilar utama / fungsi vital yang dimiliki setiap media penyiaran:

— Teknik
— Program
— Pemasaran

Keberhasilan media penyiaran bergantung pada bagaimana kualitas orang-orang yang bekerja pada tiga bidang tersebut.

Pringle, Star, McCavit (1991): “Few management position offers challanges equal to those of managing a commersial radio or television station” – Tidak banyak posisi manajemen yang memberikan tantangan yang setara dengan mengelola suatu stasiun radio dan televisi –

Tantangan yang harus dihadapi manajemen media penyiaran disebabkan oleh 2 hal:

—Dalam kegiatan operasionalnya harus dapat memenuhi harapan pemilik dan pemegang saham yang mampu menghasilkan keuntungan.
—Dipihak lain harus mampu memenuhi kepentingan masyarakat (komunitas) dimana media tersebut berada, sebagai ketentuan yang harus dipenuhi ketika media penyiaran tersebut menerima izin siaran (lisensi) yang diberikan negara.

Fungsi Dasar Media Penyiaran:

  • —media untuk beriklan
  • —media informasi
  • —media hiburan
  • —media pelayanan.

Untuk mampu melaksanakan seluruh fungsi tersebut sekaligus dapat memenuhi kepentingan pemasang iklan, audiens, serta pemilik dan karyawan merupakan tantangan tersendiri bagi manajemen.

 

APAKAH MEDIA PENYIARAN PERLU MANAJEMEN???

Tiga alasan utama mengapa manajemen diperlukan?

1.  Untuk mencapai tujuan

Manajemen dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

2.  Untuk menjaga keseimbangan

Manajemen  dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara tujuan-tujuan, sasaran-sasaran dan kegiatan-kegiatan yang saling bertentangan dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi.

3.  Untuk mencapai efesiensi dan efektifitas

Suatu kerja organisasi dapat diukur dengan banyak cara yang berbeda; Salah satu cara yang umum yang banyak digunakan adalah dengan menggunakan patokan efisiensi dan efektivitas.

 

Pengertian Manajemen

Schoderberk, Cosier, dan Aplin (1985)

“Management is a process of achieving organizational goal through others”

 

Stoner (1981)

“Manajemen didefinisikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

 

— Prigle, Jennings dan Longenecker (1988)

“Management is the process of acquiring and combining human, financial, informational and physical resources to attain the organization’s primary goal of producing a product or service desired by some segment of society”

Teori ini menekankan kepada aspek sumber daya (resource acquisition).

 

Howard Carlisle (1987)

“Directing, coordinating, and influencing the operation of an organization so as to obtain desired results and enhance total performance”

Teori ini menekankan pada pelaksanaan fungsi manajer.

 

Wayne Mondy (1983)

“The process of planning, organizing, influencing and controlling to accomplish organizational goals through the coordinated use of human and material resources.

Teori ini menekankan pada faktor manusia dan materi.

 

Tingkatan Manajemen

Umumnya pada media penyiaran posisi manajer biasanya terdiri atas tiga tingkatan (level):

1. Manajer tingkat bawah (lower level manager)

Ex:

Radio – local sales manager, general sales manager

Televisi – manager produksi

2. Manajer tingkat menengah (middle manajer) – disebut juga sebagai manajer department / kepala pengawas (superintendents)

Ex:

Kepala departemen penjualan, program, berita, teknik dan bisnis.

3. Manajer puncak (top manager) – Direktur / Presiden Direktur

About these ads